Tuesday, February 2, 2016

Merawat Sistem Komputer




Halo guys , jumpa lagi setelah sekian lama hibernate nih ..
Nah, kali ini saya mau menshare tips mudah agar komputer, notebook/netbook sobat-sobat sekalian prima. .
Mungkin sobat-sobat telah banyak menginstal berbagai software, program atau aplikasi ke komputer, yang bertujuan untuk membersihkan komputer  ..
Dibeberapa kasus justru sebagian dari itu ternyata adalah software pengganggu. Ketika kita instal, ternyata mereka membawa ‘bloatware’ atau bahkan lebih parah, software pembersih itu menggandeng virus untuk masuk ke komputer kita, malah jadi semakin parah kan ..

  1.  Selalu update aplikasi yang akan digunakan untuk membersihkan virus
     Dan masih banyak lagi anti virus ataupun anti malware yang menyebar di situs download lainnya , apapun  antivirus nya , pastikan selalu update sobs .


       2.  Hapuslah berkas yang tidak perlu
Cara yang mudah dan sederhana guys untuk membebaskan memori dan meningkatkan kinerja secara keseluruhan. Untuk melakukan hal ini, buka Disk Cleanup pada Windows.
Klik Start, klik All Programs, klik Accessories, klik System Tools, sobat bisa memilih partisi mana yang ingin di bersihkan (C:, D:) dan kemudian klik Disk Cleanup. Jika terdapat beberapa opsi pembersihan , Anda akan diminta untuk menentukan (centang) yang ingin dibersihkan.

        3.  Hapus instalan program tidak berguna atau program yang jarang digunakan
Ini termasuk permainan atau berkas media yang sobat tidak pernah gunakan, atau aplikasi-aplikasi semasa kuliah yang tidak sobat sukai (hehehehe), serta program-program duplikat atau usang.
Ikuti Start Menu lalu Settings dan kemudian Control Panel. Dari layar ini klik Add/remove programs atau Uninstall a program dan hapuslah instalan program yang tidak lagi dibutuhkan.


              
        4. Defragmenlah Local Disk
Fragmentasi pada dasarnya mengacak urutan berkas-berkas komputer dan membuat komputer lamban dalam meletakkan data secara berurutan. Defragmentasi adalah tindakan untuk mengoreksi proses ini.
klik My Computer, kemudian klik Properties, kemudian klik tab Tools. Dari tab ini klik pada tombol Defragment dan kemudian jalankan program. Kita dapat mengaturnya agar komputer secara otomatis mendefragmen pada interval yang ditentukan.

    
         5. Bersihkan dari sisa-sisa file yang masih tertinggal
Salah satu yang “terkenal” ialah CCleaner , Software ini memiliki tampilan yang sederhana dan penggunaan yang tidak rumit. Tapi tidak ada salahnya Anda mencoba beberapa software lainnya untuk membersihkan file-file registry dan temporary. Beberapa software yang direkomendasikan antara lain Xleaner and DriveTidy, nCleaner, Sistem Ninja, dan Glary Utilities. Ada juga sebuah aplikasi bernama CCEnhancer, yang berguna untuk meningkatkan performa CCleaner. Pilihan ada di tangan sobat, tergantung mana yang rasa cocok dan sesuai dengan kebutuhan. Untuk mencoba aplikasi ini silahkan dowload disini.


             6. Repair dengan CD Windows
Nah, Startup repair merupakan tool yang digunakan untuk memperbaiki error yang terdapat pada windows dengan cara mengganti file operating sistem yang hilang maupun file sistem yang rusak. Ini biasanya komputer mengalami crash ataupun tidak dapat booting secara sempurna. Sebelum menjalankan startup repair, sobat  memerlukan CD instalasi windows 7.  Kemudian pastikan semua flashdisk, hdd external telah anda cabut dari komputer sobat.


  1. Masuk BIOS, ubah first boot ke dvd, save
  2. Tekan sembarang tombol ketika muncul tulisan "press any key to boot from cd or dvd"
  3. Atur tanggal dan bahasa
  4. Klik "Repair your computer", tunggu prosesnya
  5. Pada 'System recovery tool", pilih yang atas, "Use recovery tools....", lalu klik next
  6. Kemudian muncul beberapa pilihan menu seperti gambar di atas, plih "Startup repair"
  7. Tunggu Proses hingga selesai, lalu klik "Finish"
Cara ini dibeberapa kasus mampu memperbaiki system sobat-sobat sekalian. 
Semoga bermanfaat .





Monday, September 10, 2012

Cara Cepat Uninstall Windows XP dari Command Prompt

Salah satu fitur yang dimiliki Windows XP adalah kemampuannya melakukan uninstall XP setelah kita berhasil melakukan upgrade dari Windows 98, 98SE, atau Windows Me. Pada umumnya uninstall dilakukan melalui tool [Add/Remove Programs] di Control Panel dalam kondisi booting Windows normal.
Namun, bila cara tersebut tak berhasil, kita bisa masuk ke Safe Mode dan membuang Windows melalui Add/Remove Programs. Seandainya cara yang ini pun gagal, barangkali satu-satunya jalan adalah melalui Command Prompt.
Caranya sebagai berikut :
1. Ketikkan cd- dan tekan [Enter].
2. Ketikkan cd-windows-system32 kemudian tekan [Enter].
3. Ketikkan osuninst.exe dan tekan [Enter].
Selanjutnya ikuti petunjuk pada layar yang akan membantu mengembalikan komputer ke sistem operasi sebelumnya.
Perlu diingat, cara ini hanya bisa dilakukan apabila sebelum melakukan upgrade ke Windows XP Anda telah mem-backup sistem operasi sebelumnya, selain itu Anda harus melakukannya sebagai Administrator atau user yang memiliki akses administrator.

Monday, August 20, 2012

Perbedaan CD/DVD -R +R & RW

Jika pernah membeli sebuah CD/DVD blank (kosong) atau pernah menyimpan data (burning) kedalam keping CD/DVD, kita kadang melihat ada beberapa jenis CD/DVD yang berbeda, seperti CD/DVD -R + R atau RW. Apa maksud tanda minus dan plus serta perbedaan masing-masing jenis keping tersebut? Kemudian sebaiknya jenis mana ketika kita ingin menggunakannya ?

Sebelum membahas mengenai jenis-jenis keping DVD atau CD tersebut, berikut ada beberapa istilah umum berkaitan dengan hal ini yang sebaiknya kita pahami dengan baik.

* Burning, yaitu proses menyimpan data ke media/keping disk. Disebut burning, karena kita membakar (menulis bit data) lapisan dalam disk dengan sinar laser.
* Session, merupakan periode waktu ketika sesuatu terjadi, disini adalah file-file yang ditambahkan di disk dalam sekali operasi
* Single Session, Semua file di dalam disk ditambahkan dalam satu kali operasi
* Multi Session, beberapa Session ada di dalam disk

Selain itu ada istilah ROM (semisal CD-ROM), merupakan singkatan dari Read Only Memory ( Memori yang hanya dibaca), berarti bahwa informasi yang tersimpan di disk hanya dapat dibaca saja.
Apa beda -R +R dan RW ?

Saat in hampir semua CD/DVD writer sudah bisa menulis dan membaca semua jenis format DVD. Hal ini ditandai dengan adanya logo DVD±RW. Sehingga jika ada logo tersebut, harusnya tidak ada masalah ketika kita memilih jenis -R atau +R. Mengenai penjelasan tanda ini sebagai berikut :

* R : tanda ‘R’ sendiri merupakan singkatan dari Recordable. Disini disk dapat digunakan untuk menyimpan data dan sebaliknya jika tidak ada tanda R, maka tidak bisa menyimpan.
* -R : Tanda Minus baik CD/DVD merupakan single session disk. Artinya kita tidak dapat menambahkan data lain jika sudah di gunakan, meskipun masih ada sisa penyimpanan. Kadang ada media yang bisa melakukan penyimpanan Multi session di disk jenis -R ini, tetapi hasilnya tidak semua media mampu membacanya, kadang hanya session pertama yang terbaca atau tidak ada sama sekali.
* +R : Tanda Plus ditujukan untuk Multisession, artinya kita dapat menggunakan space kosong yang masih tersedia di disk. Setiap session baru dapat ditambahkan di session yang sudah ada atau membuat session baru. Sebagai bonus, ketika session baru disimpan, dapat memerintahkan untuk “menghapus” session yang lama. Hapus ini maksudnya memerintahkan media player untuk mengabaikan isi datanya.
* RW : merupakan singkatan dari ReWritable, artinya disk ini menggunakan material khusus sehingga datanya dapat dihapus kemudian digunakan untuk menyimpan data baru atau dapat juga di tumpuk dengan data lain. Ada batasan tertentu seberapa banyak (kali) penghapusan data bisa dilakukan.

Selain itu DVD+R mempunyai beberapa kelebihan, seperti misalnya lebih akurat pada kecepatan tinggi dibanding DVD-R, kemudian juga manajemen error yang lebih baik, serta hasil burning (penyimpanan) data mempunyai tingkat kerusakan yang lebih kecil.

Melihat perbedaan diatas, maka DVD+R mempunyai keunggulan dibanding DVD-R, sehingga biasanya harganya pun lebih mahal dan mempunyai beberapa keunggulan. Tetapi karena DVD-R lebih dulu hadir ( 5 tahun ) daripada DVD+R, maka format ini kadang yang sering digunakan (lebijh mendukung media player lama).